Seminar 4 Konsensus Dasar Nasional di Humbang Hasundutan


Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora: Pelangi Berbeda Warna Namun Indah Dipandang Mata

Doloksanggul Seminar 4 (empat) Konsensus Dasar Nasional bagi Kepala Desa dilaksanakan di Kabupaten Humbang Hasundutan bertempat di Hotel Restoran Martin Anugrah Doloksanggul, Kamis (10/8). Mengambil thema ‘Dengan Pelaksanaan 4 Konsensus Dasar Nasional, Kita Tingkatkan Cinta Tanah Air dan Integritas Bangsa’. Seminar itu dibuka Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora. Hadir dalam pertemuan itu Asisten Pemerintahan Drs. Tonny Sihombing, MIP, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut Zulkarnain Rangkuti, S.Sos, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Humbahas Drs. Houtman Sinaga, SH, Kadis Kominfo Humbahas Drs. Hotman Hutasoit, Kabag Hukum Suhut Silaban, SH, Kabag Tapemum Naek M Sinambela, S.Sos dan lainnya.

Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora atas nama Pemkab Humbang Hasundutan mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan itu karena sangat penting untuk dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara termasuk para Kepala Desa. Dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang nantinya dapat disebarluaskan kepada masyarakat di desa masing-masing. Dengan seminar 4 konsensus dasar itu semakin menyadari betapa besar dan mulianya cita-cita para pendiri bangsa yang ingin menjadikan bangsa ini menjadi kuat, maju dan sejahtera. Didalam bingkai NKRI dengan semboyan bhinneka tunggal ika. Walaupun berbeda latar belakang suku, budaya dan agama namun merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak menjadikan perbedaan itu sebagai pemecah belah melainkan memandangnya sebagai sebuah kekuatan, modal dasar dan keharmonisan. Sebuah pelangi yang terdiri dari beberapa warna yang berbeda namun perbedaan itu membuat pelangi itu indah dipandang mata.  Wakil Bupati Humbahas berharap kepada peserta seminar khususnya Kepala Desa agar mengikuti dengan seksama dan dipahami dengan baik, sehingga bisa diterapkan di desa masing-masing.

Sementara Zulkarnain Rangkuti mengatakan ke-4 konsensus dasar nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD Negara RI, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini harus menjadi dasar kekuatan bangsa Indonesia dan segera diimplementasikan kedalam kehidupan nyata. Agar pemahaman nilai-nilai budaya luhur seluruh bangsa Indonesia semakin siap dalam menghadapi gencarnya pengaruh budaya asing pada era globalisasi ditengah kehidupan saat ini. Pancasila sebagai landasan idiologi, palsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa. UUD Negara RI tahun 1945 sebagai landasan konstitusional negara. NKRI sebagai  konsensus yang harus dijunjung tinggi. Serta Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan kesetaraan setiap individu pada masyarakat. Kandungan nilai-nilai 4 konsensus dasar nasional itu dapat dijadikan landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merupakan dasar karakter bangsa yang harus terus dipertahankan dan dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan suku, agama, golongan dan ras terkait dengan kemajemukan bangsa yang kita miliki dan dengan berbagai perbedaan yang menyertainya. Pada satu sisi hendaknya dapat kita lihat sebagai rahmat yang harus kita syukuri. Namun disisi lain, kita harus mengelola perbedaan itu dengan arif, agar tidak berkembang menjadi konflik dan benturan yang hanya akan merugikan kita semua. Adalah menjadi tugas dan kewajiban kita bersama untuk terus menjaga persatuan, kerukunan dan toleransi ditengah keberagaman yang kita miliki itu”, kata Zulkarnain.

Asisten Pemerintahan Drs. Tonny Sihombing dan Plt Kepala Badan Kesbangpol Drs. Houtman Sinaga, SH, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Humbahas Drs. Houtman Sinaga, SH ikut memberikan paparan dalam seminar 4 konsensus dasar nasional tersebut.

Maksud seminar yaitu terlaksananya program sesuai dengan tugas pokok yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Memiliki rasa kebersamaan dalam mempertahankan negara, memajukan bangsa dan negara dan bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Meningkatnya pemahaman masyarakat akan nilai-nilai kebangsaan dan rasa patriotisme. Memiliki tanggungjawanb untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan persaudaraan. Sedangkan tujuannya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan agar tercipta situasi dan kondisi yang kondusif. (REL/rhs/Diskominfo).